Cermin Nusantara

BARAH Sesalkan Dugaan Pemerasan Oknum DPRD Halsel dan Seorang Guru, Desak BK dan APH Bertindak Tegas

HALSEL, CN – Dugaan kasus pemerasan yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang diduga kuat melibatkan dua oknum anggota DPRD Halsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, serta satu oknum guru, menuai kecaman dari Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH).

Ketua BARAH, Ady Hi. Adam, menegaskan bahwa dugaan pemerasan yang terjadi, terlebih berlangsung di lingkungan lembaga terhormat seperti DPRD, merupakan fenomena serius dan mencederai nilai moral serta kepercayaan publik. Menurutnya, jabatan anggota DPRD adalah amanah rakyat yang diberikan melalui proses demokrasi, sehingga tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Ady menekankan bahwa selain tugas dan fungsi yang diatur dalam perundang-undangan, anggota DPRD, guru, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) juga memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan. Namun, dalam kasus ini, oknum guru yang mengajar di salah satu sekolah di Halsel diduga ikut berperan mengambil uang dari korban dengan nilai puluhan juta rupiah, terkait janji jabatan.

Disebutkan Ady, pengambilan uang tersebut dilakukan atas perintah oknum anggota DPRD berinisial IB, yang mengaku akan bekerja sama dengan oknum anggota DPRD berinisial MB. Keduanya diketahui berasal dari fraksi yang sama, di mana IB menjabat sebagai wakil ketua komisi dan MB sebagai ketua komisi. Faktor ini, ditambah posisi MB yang berasal dari partai penguasa di Halsel, diduga membuat korban semakin percaya terhadap janji jabatan yang ditawarkan.

Namun demikian, Ady menegaskan bahwa dugaan pemerasan dan janji jabatan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap peraturan perundang-undangan sekaligus pengkhianatan terhadap moral sebagai wakil rakyat dan pelayan masyarakat. Ia menilai perbuatan tersebut telah masuk kategori gratifikasi bahkan suap-menyuap.

“Ini sudah masuk tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam UU Tipikor. Definisi gratifikasi yang dianggap sebagai suap diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegas Ady melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, jika dugaan tersebut benar terjadi, maka unsur pidananya telah terpenuhi. Ia menjelaskan bahwa anggota DPRD tidak memiliki kewenangan menentukan atau menjanjikan jabatan dalam struktur pemerintahan eksekutif.

“Jika anggota DPRD menjanjikan jabatan kepada seseorang dengan imbalan uang, maka itu merupakan kejahatan serius dan bentuk penyalahgunaan kekuasaan di lembaga legislatif,” jelasnya.

Selain melanggar peraturan perundang-undangan, dugaan kasus ini juga dinilai melanggar sumpah jabatan dan tata tertib DPRD. Oleh karena itu, BARAH mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Halsel agar segera menindaklanjuti kasus tersebut demi menjaga marwah lembaga.

Ady mengingatkan bahwa berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, termasuk pengawasan terhadap praktik pemerasan atau suap karena jabatan. Namun ironisnya, dugaan pelanggaran justru dilakukan oleh oknum anggota DPRD itu sendiri.

BARAH menyatakan akan mengawal kasus ini secara serius dan siap turun ke jalan apabila dalam waktu dekat BK DPRD tidak mengambil tindakan tegas.

“Kami akan melakukan konsolidasi dan menggelar aksi besar-besaran di Kantor DPRD Halsel serta sekretariat partai di Halsel,” tutup Ady. (Hardin CN)

Komitmen Harita Nickel Tingkatkan Gizi dan Produktivitas Siswa di Lingkar Tambang

HALSEL, CN – Peringatan Hari Gizi Nasional tahun ini menjadi momentum refleksi penting bagi pemenuhan nutrisi generasi muda di lingkar tambang. Sejak pemindahan sekolah ke Kawasi Baru pada 2023, Harita Nickel secara konsisten menjalankan program pemberian makanan bergizi gratis yang kini menjadi penopang utama produktivitas ratusan siswa di wilayah operasional perusahaan.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kebutuhan mendesak. Saat pemindahan sekolah pertama kali dilakukan, belum tersedianya fasilitas kantin menjadi tantangan bagi siswa untuk mendapatkan asupan energi yang cukup selama proses belajar mengajar.

“Harita Nickel melihat kondisi ini bukan sekadar kendala logistik, tetapi sebagai peluang untuk meningkatkan standar kesehatan dan kualitas belajar siswa,” ujar Broto, Selasa (27/1/2025).

Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah memenuhi kebutuhan gizi siswa guna mendorong fokus, konsentrasi, serta prestasi akademik. “Gizi yang baik merupakan fondasi utama produktivitas belajar,” tambahnya.

Hingga saat ini, program makanan bergizi gratis telah menjangkau 232 siswa jenjang SMP Loji Permai Kawasi dan SMA Tunas Muda, serta 22 tenaga pengajar, petugas keamanan, dan tim operasional pendukung, termasuk kondektur bus sekolah.

Distribusi makanan dilakukan setiap hari sekolah dalam dua tahap, yakni snack sehat pada pukul 08.00 WIT dan makan siang bergizi pada pukul 10.30 WIT, guna memastikan kebutuhan energi siswa tetap terjaga dari awal hingga akhir jam pelajaran.

Tak hanya berdampak pada kesehatan siswa, program ini juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar. Harita Nickel memberdayakan jasa katering lokal berbasis UMKM di lingkar tambang sebagai penyedia menu harian. Standar keamanan pangan diterapkan secara ketat melalui kerja sama dengan tim safety food perusahaan guna menjamin kualitas bahan baku yang digunakan.

Dampak positif program mulai terlihat nyata. Data internal menunjukkan adanya tren peningkatan kehadiran siswa di sekolah. Para guru dan orang tua pun menyambut baik inisiatif ini karena merasa lebih tenang dengan terjaminnya pemenuhan nutrisi anak-anak selama berada di lingkungan sekolah.

“Tingkat kehadiran siswa cenderung meningkat. Program ini juga mendorong permintaan bahan pangan lokal yang secara langsung berdampak pada pendapatan petani dan pelaku UMKM,” jelas Broto.

Meski berjalan sukses, tantangan tetap ada. Variasi menu menjadi catatan penting agar siswa tidak merasa bosan dengan jenis makanan yang serupa setiap harinya. Hal ini menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk terus berinovasi dalam penyajian menu yang sehat sekaligus menarik.

Ke depan, Harita Nickel juga berencana memperluas layanan sosial lainnya, seperti pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis ke desa-desa sekitar wilayah operasional. Perusahaan juga menargetkan integrasi program makanan bergizi dengan kampanye pola hidup sehat dan edukasi gizi secara masif.

“Agenda ini diharapkan menjadi momentum kolaborasi seluruh pihak bahwa pemenuhan gizi adalah bentuk kepedulian dan partisipasi bersama. Kami juga tengah menginisiasi pemenuhan bahan pangan dari petani dampingan Harita secara bertahap,” ujar Broto.

Melalui program ini, Harita Nickel berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik, demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Maluku Utara. (Hardin CN)

ISDIK Kie Raha Maluku Utara Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Prodi Administrasi Kesehatan 2026/2027

TERNATE, CN – Institut Sains dan Kesehatan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Program Studi Administrasi Kesehatan pada Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi kampus.

Koordinator Program Studi Administrasi Kesehatan ISDIK Kie Raha Maluku Utara, Irwan Ali, S.Si., M.M.R.S, Rabu (28/1/2026) menyampaikan bahwa pendaftaran dibuka dalam tiga gelombang, guna memberikan kesempatan luas bagi lulusan SMA/SMK/MA untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang kesehatan.

Adapun jadwal pendaftaran PMB meliputi:

Gelombang I: 02 Februari – 31 April 2026

Gelombang II: 02 Mei – 31 Juli 2026

Gelombang III: 01 – 22 Agustus 2026

ISDIK Kie Raha Maluku Utara juga menyediakan berbagai program beasiswa, di antaranya KIP Kuliah, PIP, PPA, serta Bantuan Studi dari Pemerintah Daerah Halmahera Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Bahkan, bagi mahasiswa asal Halmahera Tengah, tersedia fasilitas kuliah gratis.

Program Studi Administrasi Kesehatan menawarkan prospek kerja yang luas, seperti Administrator Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan, Manajer Pelayanan Kesehatan, serta Health Information Officer.

Bagi calon mahasiswa yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan melalui situs https://isdikkierahamalut.ac.id/ atau menghubungi panitia PMB di nomor 0852 1636 0544.

Dengan dukungan tenaga pengajar profesional dan fasilitas pendidikan yang memadai, ISDIK Kie Raha Maluku Utara optimistis dapat mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja sektor kesehatan. (Hardin CN)

Ditemukan Ulat dalam MBG di Halsel, BARAH Sebut Penyedia Kejar Keuntungan Semata

HALSEL, CN – Ditemukannya ulat dalam Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menuai sorotan tajam. Insiden ini dinilai mencederai kualitas layanan MBG sekaligus berpotensi merusak citra program unggulan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.

Berdasarkan informasi dari sumber internal, ulat ditemukan dalam makanan MBG yang dibagikan kepada siswa MTs Negeri 2 Halsel yang berlokasi di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, pada Senin (26/1/2026).

“Baru saja ditemukan ulat dalam makanan bergizi di MTs Negeri 2 Halmahera Selatan, Desa Babang. Kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi, hanya saja diduga sengaja ditutupi,” ungkap sumber internal tersebut.

Kepala Sekolah (Kepsek) MTs Negeri 2 Halsel, Abdurahim Hamza, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar, kejadiannya tadi sekitar jam 10 lewat. Setelah itu langsung disampaikan oleh koordinator MTs ke pihak MBG, dan mereka langsung turun ke sekolah untuk mengecek,” jelas Abdurahim.

Menanggapi insiden tersebut, Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi. Adam, mendesak agar pihak penyedia MBG segera dievaluasi secara menyeluruh.

“Kasus ditemukannya ulat dalam makanan bergizi di MTs Desa Babang ini merupakan bentuk kelalaian serius. Pihak penyedia MBG harus bertanggung jawab dan segera dievaluasi,” tegas Ady.

Menurutnya, kejadian ini tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap program nasional.

“Kasus seperti ini mencoreng citra Program Presiden Prabowo. Penanganannya harus serius, dan bila perlu penyedia MBG tersebut diberhentikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ady menilai bahwa pihak penyedia lebih berorientasi pada keuntungan dibandingkan kualitas gizi dan keamanan makanan bagi anak-anak sekolah.

“Kami melihat ada kecenderungan penyedia mengejar keuntungan semata, sementara aspek gizi dan kesehatan siswa diabaikan,” tandasnya. (Hardin CN)

Sinergi Pemerintah dan Harita Nickel Dorong Ketahanan Pangan di Pulau Obi

HALSEL, CN – Kolaborasi antara Harita Nickel dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), dalam memperkuat ketahanan pangan lokal membuahkan hasil positif. Kedua pihak menggelar panen raya padi sawah seluas 12 hektare di Desa Buton, Kecamatan Obi, Jumat (23/1/2026), dengan proyeksi peningkatan produktivitas yang signifikan.

Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang hadir memimpin panen raya, menegaskan bahwa keberhasilan ini mematahkan anggapan bahwa wilayah Obi sulit dikembangkan untuk pertanian padi.

“Apa yang selama ini identik dengan daerah lain, hari ini terbukti hadir di Obi dan memberikan manfaat nyata. Ini menunjukkan potensi besar yang dapat berkontribusi pada ekonomi lokal,” ujar Bupati Bassam.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam penyediaan infrastruktur serta pendampingan petani. Pemerintah Daerah (Pemda), tegasnya, berkomitmen mendukung pengembangan pertanian sawah melalui penguatan infrastruktur pendukung, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas petani.

Produktivitas Meningkat Tajam

Sebelum panen raya, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi bersama petani dan tim Community Development Harita Nickel melakukan pengubinan dengan hasil produktivitas mencapai 8 ton per hektare.

Plt Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Halsel, Suyatmi Aljogja, memaparkan bahwa hasil panen kali ini mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat dibanding musim tanam sebelumnya. Angka tersebut bahkan melampaui rata-rata nasional yang berkisar 5 ton per hektare.

“Peluang pengembangan masih sangat besar, mengingat Desa Buton memiliki potensi lahan sawah hingga 100 hektare yang belum tergarap optimal,” jelas Suyatmi.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang solid dengan perusahaan, dukungan pendampingan teknis yang memadai, pemanfaatan sarana produksi pertanian, serta peningkatan kapasitas petani.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga menyerahkan bantuan mesin perontok padi (thresher) untuk meningkatkan efisiensi pascapanen.

Dorong Pertanian Berkelanjutan

Peningkatan produktivitas ini tidak terlepas dari dukungan Harita Nickel melalui program Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI). Community Development Superintendent Harita Nickel, Suryo Aji, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 28 anggota aktif dari dua kelompok tani, yakni Poktan Akemoriri dan Poktan Batu Putih, Koperasi Milenial Obi, serta Pemerintah Desa (Pemdes) Buton.

“Panen raya ini adalah bukti ketekunan dan kerja keras petani. Pengukuhan Kelompok Tani Milenial menjadi simbol harapan dan regenerasi, sementara tanam perdana mencerminkan masa depan pertanian yang berkelanjutan. Kami percaya kolaborasi lintas sektor dapat menjadikan pertanian sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian, dilakukan pula pengukuhan Kelompok Tani Milenial. Sebanyak 17 pemuda dari Desa Buton, Jikotamo, dan Akegula dikukuhkan sebagai motor penggerak regenerasi petani di Pulau Obi.

Kegiatan panen raya ditutup dengan prosesi panen bersama serta penanaman perdana padi sawah sebagai simbol keberlanjutan musim tanam berikutnya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Harita Nickel berharap sektor pertanian di Halsel terus berkembang, berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Hardin CN)

Pemuda Obi Ini Buktikan Mimpi Bisa Diraih Lewat Program PELITA Harita Nickel

HALSEL, CN – Di bawah langit Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang cerah, pemuda asal Desa Soligi, Kecamatan Obi, Kasman La Jaani (18), berdiri tegak. Raut lega sekaligus haru tampak jelas di wajahnya. Di tangannya, tergenggam sebuah sertifikat, bukti bahwa ia bukan lagi pemuda Desa biasa, melainkan salah satu wisudawan terbaik program vokasi Bahasa Mandarin yang digelar Harita Nickel pada Kamis, 27 November 2025.

Namun, lembaran kertas itu bukan sekadar tanda kelulusan. Bagi Kasman, sertifikat tersebut adalah “monumen” kemenangan atas keputusasaan yang nyaris merenggut mimpinya.

Di usia yang masih sangat muda, Kasman harus berada di persimpangan jalan, antara melanjutkan belajar atau mencari sesuap nasi. Perjalanannya bermula saat ia bergabung dalam program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) angkatan ke-3, sebuah program intensif enam bulan hasil kerja sama Harita Nickel dan lembaga IndoPanda. Program ini menjanjikan gerbang menuju masa depan bagi pemuda di desa lingkar tambang. Namun, kenyataan di lapangan tak semudah membalik telapak tangan.

Setiap hari, Kasman harus bertarung dengan jarak. Medan sulit Soligi–Kawasi menjadi santapan sehari-hari. Bukan hanya faktor alam, “badai” sesungguhnya justru datang dari rumah bernama himpitan ekonomi. Sebagai tumpuan harapan keluarga, Kasman terjebak dalam dilema yang menyakitkan.

“Awalnya berat sekali. Saya merasa tidak sanggup dan ingin berhenti saja,” kenang Kasman getir, Selasa (20/1/202).

Saat itu, hanya satu pikiran yang ada di kepalanya, berhenti belajar agar bisa bekerja serabutan demi membantu dapur orang tuanya tetap mengepul,

Pendekatan Hati Tim CSR Mengetuk Pintu Rumah

Kabar tentang niat mundurnya Kasman sampai ke telinga tim Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Nickel. Bagi perusahaan, Kasman bukan sekadar angka dalam statistik peserta, melainkan talenta lokal yang cahayanya tak boleh padam begitu saja.

“Kami mendengar cerita Kasman dan berpikir, sayang sekali jika ia berhenti. Kami tahu ada motivasi dan harapan besar dalam dirinya,” ujar Ragil Pardiantoro, Community Development Supervisor Harita Nickel.

Alih-alih memberikan surat peringatan, tim CSR memilih jalan empati. Mereka menempuh perjalanan menuju kediaman Kasman di Desa Soligi untuk berdialog secara kekeluargaan. Di hadapan orang tua Kasman, tim memberikan pemahaman bahwa menguasai Bahasa Mandarin adalah “kunci emas” yang akan mengubah nasib keluarga mereka di masa depan, jauh lebih besar dibanding pendapatan serabutan saat ini.

Ketulusan tim CSR menjadi titik balik. Kunjungan itu meluluhkan keraguan orang tua Kasman.

“Saya bisa lanjut karena kakak-kakak CSR datang meyakinkan saya dan orang tua. Dari situ, semangat saya bangkit kembali,” tutur Kasman.

Dukungan orang tua menjadi bahan bakar baru. Kasman melesat melampaui keterbatasannya. Dari 30 peserta yang memulai perjuangan, hanya 22 orang yang berhasil bertahan hingga garis finis. Kasman secara mengejutkan keluar sebagai lulusan terbaik kedua.

Ia membuktikan bahwa pemuda lingkar tambang bukan hanya penonton di tanah sendiri. Melalui program PELITA, mereka bertransformasi menjadi pemain utama yang memiliki sertifikasi kompetensi di industri global.

Bagi Kasman, hari wisuda itu adalah garis start baru. Program yang memadukan kurikulum berkualitas dengan pendampingan penuh empati ini telah mengubah garis tangannya.

“Saya percaya skill Bahasa Mandarin ini mampu membawa masa depan yang lebih cerah,” katanya penuh optimisme. Di balik senyumnya, kini tak ada lagi keraguan, hanya ada kesiapan untuk menaklukkan tantangan di masa depan. (Hardin CN)