Cermin Nusantara

Tanggul Penahan Ombak Jebol, Seluruh Rumah di Desa Tabalema Terendam Banjir

HALSEL, CN – Seluruh rumah warga 1 Desa di Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yakni Desa Tabalema, terendam banjir pada Jumat (20/3/2025) malam.

Banjir berasal dari luapan air sungai hingga membanjiri seluruh rumah warga di Desa Tabalema.

Kepala Desa (Kades) Tabalema, Abidin Talib mengatakan, terjadi banjir sekitar pada pukul 10.00 Waktu Indonesia Timur (WIT).

“Di Desa Tabalema ada Satu Dusun, tapi Alhamdulillah untuk di Dusun aman. Jadi banjir hanya di Desa induk saja,” jelas Abidin Talib, Sabtu (22/3).

Abidin Talib memaparkan, selain luapan air sungai, salah satu penyebab banjir di Desa Tabalema adalah jebolnya tanggul penahan ombak lantaran dihantam ombak.

“Penahan ombak dan drainase jebol karena hujan disertai ombak besar,” paparnya.

Hingga berita ditayangkan, pihak Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Halsel belum dikonfirmasi. (Hardin CN)

Sugandi Ali Bantah jadi Alat Teror Tagih Utang

HALSEL, CN – Sebuah video oknum wartawan menagih utang ke seorang pria di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), dibantahkan. Dimana, oknum wartawan yang dimaksud itu, bernama Sugandi Ali.

Sugandi Ali kepada media ini, Senin (17/3/2025), mengatakan bahwa ia tidak memanfaatkan profesinya sebagai wartawan untuk menagih utang ke orang lain, selain melakukan peliputan di Daerah yang ditugaskan perusahaan media.

“Berita yang dimuat salah Media terkait saya sebagai wartawan jadi alat teror itu tidak benar. Saya ini wartawan dan tugas hanya meliput, diluar dari itu adalah hal pribadi bukan atas nama wartawan seperti yang diberitakan,” tegas Sugandi.

Sehingga itu, Sugandi bilang, berita terkait dirinya sebagai wartawan menjadi alat teror tersebut tidaklah benar. Bahkan ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah dikonfirmasi lebih dahulu untuk dipertanyakan kebenaran.

“Seharusnya saya konfirmasi dulu, supaya berita juga berimbang, agar berita juga sesuai fakta. Itu yang saya maksudkan,” tutupnya. (Hardin CN)

Akses Jalan Desa Orimakurunga-Laluin Ditutup Karena Provokasi Kepala SMAN 10 Halsel

HALSEL, CN – Aksi penutupan akses jalan Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menuju Desa Laluin, ditutup Orang Tak di Kenal (OTK) pada Jumat (15/3/2025).

Aksi penutupan jalan itu, diduga sebagai respon atas pemukulan terhadap seorang pemuda Laluin oleh 4 pemuda Orimakurunga beberapa waktu lalu. Pemukulan itu memicu beragam reaksi warga Desa Laluin di Media Sosial (Medsos).

Kepala SMAN 10 Halsel, Budi Kamarullah misalnya, merespon perkelahian antar pemuda, melalui Medsos Facebook.

Dalam unggahan Akun Facebook Budi Kamarullah, terlihat mengarahkan warga Desa Laluin untuk menutup akses jalan antar kedua Desa tersebut .

Atas komentar yang bernada provokasi tersebut, akhirnya akses jalan pun ditutup. Sehingga membuat warga Desa Orimakurunga dan Desa Sagawele kesulitan menggunakan fasilitas jalan umum.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala SMA 10 Halsel, Budi Kamarullah yang juga diduga sebagai provokator itu, masih dalam upaya konfirmasi. (Hardin CN)

Video Viral 2 Remaja Putri Lecehkan Gerakan Sholat Didepan Masjid, Diduga Terjadi di Desa Kawasi Obi

HALSEL, CN – Beredar video 2 orang yang diduga mempermainkan gerakan Shalat. Dalam video yang sempat viral tersebut, 2 remaja putri memper gerakan Sholat yang tidak sesuai dengan ketentuan syari’at Islam.

Keduanya terlihat mengolok-olok gerakan Sholat didepan Masjid pada saat para Jamaah melaksanakan Sholat. Mereka bahkan melecehkan melalui meniru gerakan Sholat sambil ketawa bersama.

Menurut salah satu unggahan di Akun Facebook atas nama Rasti Asthy menyebutkan bahwa video viral dengan durasi 32 detik tersebut, diduga kuat terjadi di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

“Daerah kawasi yang kenal anak”dong in, mungkin ngoni p anak, adik ataw Sudara tlong tegur dorang. Jng bking barang bdoh” Jang smpe org dpa kong pukul smpe Kase mampos kacil” kong blajar biadap ee,” tulis Akun Facebook Rasti Asthy, Jumat (14/3/2023).

Hingga berita ini ditayangkan, video viral itu, mendapat banyak kecaman netizen. Mereka meminta pihak kepolisian segera menangkap kedua remaja putri tersebut. (Hardin CN)

Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba Dinilai Tunjukkan Kebijakan Buruk Diawal Pemerintahan 2025

HALSEL, CN – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyoal sikap Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, terkait pencopotan 4 orang Kepala Desa (Kades).

Kritikan ini disampaikan Ketua DPC GAMKI Halsel, Van Costan E. E. Galouw, yang sebelumnya juga mendapat banyak kritik dari berbagai pihak.

Dimana, Ketua DPC GAMKI Halsel, Van Costan E. E. Galouw, menyayangkan sikap Bupati yang mencopot Kades Tabamasa, Kecamatan Gane Barat, Kades Tawa, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kades Prapakanda, Kecamatan Botanglomang dan Kades Kaireu, Kecamatan Bacan Timur.

Menurut Ketua GAMKI Halsel itu, sikap Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba benar-benar tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan.

Selain itu, Van Costan juga menilai sikap tersebut tidak murni karena pelanggaran dari 4 Kades, tetapi ada motif lain yang mempengaruhi pemecatan.

“Kalau pelanggaran, ada banyak Kades di Halsel ini yang justru menunjukkan hal buruk bahkan lebih parah. Jadi nyata ini bukan karena kesalahan dari empat Kades itu, tapi ada motif lain,” ucap Van Costan melalui rilis resminya, Rabu (12/3/2025).

Pria kelahiran Obi itu pun mengatakan bahwa dengan kebijakan tersebut, Bupati Halsel menunjukkan kebobrokan di awal pemerintahannya dengan wakil Bupati Helmi Umar Muchsin.

“Ini awal yang buruk yang dilakukan oleh Pemerintahan ini. Apa yang kita harapkan dari pemimpin semacam ini?,” kecamnya mengakhiri. (Hardin CN)