oleh

Air Belum Surut, Warga Desa Baru Memilih Mengungsi Ke Tempat Ketinggian

HALSEL, CN – sungai Desa Baru, Kec. Obi, Kab. Halmahera Selatan (Halsel), Perovinsi Maluku Utara (Malut) belum surut, warga memilih mengungsi di tempat ketinggian. Karena takut adanya banjir susulan, sebab cuaca sekarang tidak bersahabat. (22/05/2021)

Puluhan rumah masih terendam banjir hingga sore ini, disebabkan air sungai belum berlaku surut, sehingga membuat warga desa baru merasa khawatir dan terpaksa mengungsi ke tempat ketinggian.

banner 650250

Dari pantauan wartawan cerminnusantara.co.id sore tadi, air belum berlaku surut dan puluhan rumah masih terendam banjir, kata warga setempat bahwa  cuaca saat ini kurang bersahabat, mereka takutkan jangan sampai di tengah malam ada hujan dan banjir susulan yang sangat deras, maka mereka memilih mengungsi di rumah keluarga.

“iya yang kami khawatirkan hujan di tengah malam gelap gulita, dan itu sudah pasti banjir datang secara tiba-tiba yang lebih kuat, sebelum itu terjadi kami harus amengungsi di rumah keluarga, jangan sampai kami hanyut ke laut, itu yang bikin kami takut” kata warga setempat

Pembongkaran rawah di belakang Desa Baru oleh Pemerintah Desa yang rencana melakukan normalisasi sungai, warga menilai Pemerintah Desa salah karena tidak berfikir dengan faktor alam sehingga apa yang terjadi ada hujan lebat terjadi banjir dan air meluap ke pemukiman warga.

Saat konfirmasi Kepala Desa Baru Munir Hi. Halek di kediamannya, kepada wartawan cerminnusantara.co.id Munir menyampaikan “Pembongkaran yang kami lakukan adalah niat baik kami bukan ada maksud apa-apa, hanya untuk pengembangan pembangunan Desa kedepan karena kami Pemerintah Desa tau kedepannya di belakang Desa Baru itu akan berkembang pesat dengan pembangunan warga sehingga kami persiapkan untuk pembongkaran rawa-rawa, kami tidak tau kalau akan ada bencana. Yang kami bongkar rawa itu untuk renaca mengnormalisasikan sungai” ungkap Munir

Lanjut Munir “kami pikir pembongkaran itu tidak akan terjadi apa, tetapi jadi lain. Pada saat dalam pembongkaran itu terjadi hujan yang sangat lebat sehingga menyebabkan air meluap ke pemukiman warga sebab pasang surut air dan tanggul penahan air hanya tanah timbunan maka tidak bisa menahan debit air yang mengalir deras sehingga air meluap keluar dan terjadi banjir”  centus Munir

Sambung dia “pembongkaran rawa itu untuk merencanakan normalisasi sungai pada program APBDesa tahun 2021 namun terjadi bencana, tapi rencana kami itu baik untuk membangun Desa. Tetapi faktor alam lah yang tidak bersahabat maka bencana muncul tiba-tiba karena di sebakan curah hujan yang sangat lebat” ucap Munir dengan rasa sedih.

Munir juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa sudah berkoordinasi dengan Kadis Kencana Alam Halsel, kadis meminta agar kami dari Pemerintah Desa agar mempersiapkan data warga yang terkena dampak dan mengalami kerugian akibat dari bencana, jadi kami harus persiapkan data tersebut” tutur Munir

Hal yang sama juga Kepala Dinas Bencana Alam Halsel Abukarim La Tara, SIP saat di konfirmasi via telphone dia menyampaikan “bahwa kami juga mengucapkan terima kasih karena telah memberikan informasi, jadi besok (23/05/2021) kami dari Dinas Bencana Alam, akan bertolak dari Bacan ke Obi meninjau lokasi kejadian untuk melihat kondisi warga yang menjadi korban bencana banjir” ucap dia. (Red/CN)

banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250