Cermin Nusantara

25 September, Mubes IKB-Waigitang Halsel di Gelar

LABUHA, CN : Setelah Pembentukan kembali Ikatan Keluarga Besar Waigitang (IKBW) Halmahera Selatan, dijadwalkan pada 25 September nanti akan digelar Musyawarah Besar, Hal ini mengemuka dalam rapat pembentukan Panitia Musyawarah yang berlangsung dikantor Desa Marabose Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu, 18/9/19

Rapat yang dipandu Langsung Ketua IKBW Halsel Dahrun Samad menyepakati hasil pemilihan panitia Musyawarah dan menetapkan Samsir Hamajen Sebagai Ketua Panitia, Sahril Samad sebagai Sekertaris dan Bendahara Panitia Safri M Nur sedangkan dua anggota Panitia yakni Samsu dan Sahmir Manaf dan pelengkap panitia lainya dalam mengsukseskan Musyawarah Besar IKBW Halsel

Kepada cerminnusantara.com Dahrun Samad Ketua IKBW Halsel mengatakan, bahwa Organisasi ini selain memilih ketua dan pengurus baru. Juga sebagai ajak silaturahmi Keluarga Besar Waigitang di Halmahera Selatan, Selain itu juga untuk guna IKBW Berkontribusi dalam kemajuan Pembangunan Halsel 

“Dengan panitia Musyawarah terbentuk guna untuk melaksanakan Musyawarah, Dengan harapan siapun terpilih dengan pengurus baru dalam mrmbangun silaturahmi keluarga Besar Waigitang di Halsel.”Jelas Dahrun

Di kesempatan yang sama Ketua Panitia Musyawarah IKBW Halsel Samsir Hamajen menuturkan bahwa kesiapan panitia dalam musyawarah ini selama tujuh hari. Mubes ketiga ini akan dipusatkan di Hotel Buana Lipu. Pembukaan Mubes nantinya akan dibuka Langsung Bupati Halsel Bahrain Kasuba dan diwarnai dengan Pembukaan Togal yang merupakan Has Makayoa. “Kami targetkan Mubes IKBW Halsel digelar 25 September nantinya.” Jelasnya (red)

Terkait Bencana Karhutla, Kodim 0913/PPU Terima Vicon Dari Pangdam VI/Mulawarman

PENAJAM, CN : Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud melaksanakan Vicon (Video Confference) dari Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman (Mlw) bersama Satuan Jajaran Kodam VI/Mml terkait Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan yang bertempat di Ruang data Makodim 0913/PPU Jl. Prop. Km 09 Kel. Nipah-nipah Kec. Penajam Kab. PPU, Selasa (17/9/2019).

Adapun penyampaian Pangdam VI/MLW Mayor Jenderal TNI Subiyanto yaitu,” TNI/Polri mendapat mandat dari bapak Presiden agar berupaya memadamkan api di wilayah masing-masing sehingga musibah bencana kabut asap cepat tertangani dan Perlu adanya dibuat posko bersama di tiap-tiap Kabupaten dan Kota dengan gabungan antara instansi terkait,” Ucapnya.

“ Setiap posko di tempatkan humas sehingga kalau ada berita-berita yang kurang benar seperti yang terjadi di Kalsel dengan cepat dapat di tangkal sehingga pemberitaan tersebut berimbang dan benar,” tambah Pangdam.

Menurut Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud ,” Penyebab utama terjadinya kebakaran antara lain adanya masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar lahan, membuang puntung rokok dengan sembarangan serta faktor Alam dengan adanya kontur Tanah yang mengandung Batubara,” ujarnya.

“ Dampak dari Kejadian Karhutla di wilayah PPU dengan luas 110 hektar hangus terbakar terdiri dari kebun sawit maupun lahan kosong yang mayoritas di atas lahan gambut serta mengakibatkan kerugian disegala bidang terutama Kesehatan, Transportasi dan lain-lain.

Tampak hadir di ruang Vicon Sekda PPU Drs H. Tohar, MM, Kapolres PPU AKBP Sabil, Umar, SIK, Kasdim 0913/PPU Mayor Czi Jumani, para Danramil Kodim 0913/PPU, Humas Pemkab PPU serta anggota Kodim 0913/PPU. (red)

Terkait Bencana Karhutla, Kodim 0913/PPU terima Vicon dari Pangdam VI/Mulawarman

PENAJAM, CN : Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud melaksanakan Vicon (Video Confference) dari Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman (Mlw) bersama Satuan Jajaran Kodam VI/Mml terkait Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan yang bertempat di Ruang data Makodim 0913/PPU Jl. Prop. Km 09 Kel. Nipah-nipah Kec. Penajam Kab. PPU, Selasa (17/9/2019).

Adapun penyampaian Pangdam VI/MLW Mayor Jenderal TNI Subiyanto yaitu,” TNI/Polri mendapat mandat dari bapak Presiden agar berupaya memadamkan api di wilayah masing-masing sehingga musibah bencana kabut asap cepat tertangani dan Perlu adanya dibuat posko bersama di tiap-tiap Kabupaten dan Kota dengan gabungan antara instansi terkait,” Ucapnya.

“ Setiap posko di tempatkan humas sehingga kalau ada berita-berita yang kurang benar seperti yang terjadi di Kalsel dengan cepat dapat di tangkal sehingga pemberitaan tersebut berimbang dan benar,” tambah Pangdam.

Menurut Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud ,” Penyebab utama terjadinya kebakaran antara lain adanya masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar lahan, membuang puntung rokok dengan sembarangan serta faktor Alam dengan adanya kontur Tanah yang mengandung Batubara,” ujarnya.

“ Dampak dari Kejadian Karhutla di wilayah PPU dengan luas 110 hektar hangus terbakar terdiri dari kebun sawit maupun lahan kosong yang mayoritas di atas lahan gambut serta mengakibatkan kerugian disegala bidang terutama Kesehatan, Transportasi dan lain-lain.

Tampak hadir di ruang Vicon Sekda PPU Drs H. Tohar, MM, Kapolres PPU AKBP Sabil, Umar, SIK, Kasdim 0913/PPU Mayor Czi Jumani, para Danramil Kodim 0913/PPU, Humas Pemkab PPU serta anggota Kodim 0913/PPU. (red)

IMM Desak Rektor Pecat Kepala LP3M UMMU

TERNATE,CN-  Ikatan Mahasiswa Mùhammadiyah (IMM) Cabang Kota Ternate Melaku aksi unjuk rasa di depan Kantor rekotorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (Rektorat -UMMU), Pada Hari Rabu, Puku 10:30, Tanggal (18/09/2019) 

dalam aksi itu Kordinator Lapangan (Korlap) Imawan Jaldan Wahaya, Dalam Orasinya mendesak kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Saiful Deni, Agar segara menghentikan Baitul Arkam yang di paketkan dengan Darul Arkan Dasar (DAD).

desakan yang sama juga disampaikan ketua Cabang IMM, Zulkifli Pina, dalam orasinya Mendesak kepada Rektor UMMU. Saiful Deni, Agar segera mencopot ketua LPK3M Rahmat Abdul Fatah karena lembaga yang di Nahkodainya dinilai bekerja tidak sesui dengan tupoksi yang di atur dalam statuta perguruan tinggi itu sendiri. Tegas Ketum Cabang IMM

Bukan hanya itu, Masa aksi juga Memblokade Ruangan Rektor dan Ruangan LPK3M, Karena selama aksi berjalan tidak ada satupun pimpinan Kampus UMMU yang datang dan menemui masa aksi, sehingga masa aksi marah karena merasa tidak di hargai saat menyampaikan tuntutan Aksi, sehingga masa melakukan pemboikotan, tidak ada lagi aktifitas yang di jalankan selama pimpinan kampus tidak menemui masa aksi, dan jika hal ini tidak di tanggapi pihak rektorat UMMU maka masa aksi mengancam akan memboikotnya seluruh aktivitas kampus Ummu. Pintahnya..(Bur)

10 Poin Penting Yang Harus di Implementasikan Cabub Halsel Hi. USMAN SIDIK, SE

Halsel, CN : Sosok Usman Sidik (US) sejatinya menjadi magnet bagi pemimpin Daerah di Halmahera Selatan. Jika melihat perjalanan US, karirnya berjenjang dari mulai wartawan, salah satu direksi pada BUMN, menjadi Wasekjen PKB dan Wabendum PKB, maka sudah pantas US dijadikan sebagai ‘keyword’ dan ‘googlenya’ sebagai pemimpin daerah.

Lalu, apa rahasia yang bisa ditiru dari sosok US sebagai pemimpin di Halsel sebagai bupat :

Pertama, sederhana : Kesederhanaan sebetulnya bisa dibentuk atau direkayasa. Jika pemimpin daerah dan calon pemimpin, masih hobi berfoya-foya dan berperilaku hedonistik mulailah untuk menjadi sederhana.

Selama itu, ada pemimpin daerah yang masih suka dengan kehidupan malam, main kartu, dan ‘bermain’ perempuan. Tipe yang seperti ini jangan berharap bisa sukses. Sudah saatnya para pemimpin melayani rakyat dan memprioritaskan rakyat diatas segala kepentingan pribadi, keluarga dan golongan.

Kedua, isteri tak mencampuri pekerjaan pemerintah : di daerah sudah menjadi rahasia umum, seorang isteri kepala daerah memiliki peran penting ‘lebih’ daripada suaminya. tapi tidak boleh ikut campur tangan dalam menentukan pejabat yang akan mengisi pos-pos kepala dinas.

Hal ini tentu akan sangat berbahaya bagi pembangunan di daerah. Kedepan, jika ingin sukses, seorang pemimpin daerah harus fokus dengan apa yang akan dan harus dilakukan untuk kemajuan daerah.

Seorang isteri Kepala Daerah ‘haram’ hukumnya mengerjakan proyek-proyek pembangunan. Bahkan, ada di suatu daerah, proyek-proyek pembangunan dikerjakan oleh perusahaan isteri bupatinya.

Ketiga, dekat dan bersentuhan dengan rakyat : US sudah membuktikan kedekatannya dengan rakyat. Wajar jika ada kegembiraan ketika sosok US bersilaturrahmi pada gempa gane. Hal ini bisa dilakukan oleh pemimpin daerah atau calon pemimpin yang akan menjadi bupati. Mengapa rakyat tak cukup hanya dengan sekali atau dua kali pertemuan. Atau hanya ketika rakyat ada masalah.

Buatlah jadwal untuk menyapa rakyat secara periodik. Dengarkan keluhan mereka dan selesaikan masalahnya tanpa harus menunggu anggaran. Kok bisa? Asalkan untuk kepentingan rakyat jangan takut dipenjara kendati anggaran belum ada. Jika tidak berani, seorang pemimpin daerah berani berkorban mengeluarkan kocek sendiri untuk menyelesaikan sebuah persoalan rakyat.

Keempat, menyelesaikan masalah terbesar di daerah : Seorang pemimpin daerah harus memiliki prioritas apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Ambilah sebuah isu penting agar bisa lebih mendekatkan diri dengan rakyat. Membangun jalan dan jembatan itu biasa dan lazim dilakukan oleh pemimpin di daerah. Yang langka adalah, menyelesikan masalah terbesar yang dihadapi oleh masyaraka!

Kelima, menjauhi pencitraan yang palsu : Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan politik Halsel, pencitraan palsu sudah amat basi dan tak bisa lagi digunakan dalam pemerintahan sekanang ini.

Bagi pemimpin daerah, hindarilah pencitraan palsu. Misalkan, pemda rela menggelontorkan anggaran bagian hubungan masyarakat (humas) yang nilainya milyaran hanya untuk advertorial di media massa. Sementara, isinya manipulatif, penuh puja-puji dan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Isi dari sebuah advertorial pun, terkadang bukan faktual melainkan baru berbagai ragam rencana yang belum tentu dilakukan oleh pemerintah setempat.

Lebih baik anggaran advertorial yang selama ini hanya ‘mengayakan’ perusahaan media, digunakan untuk kebutuhan mendesak yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

Keenam, membumikan gotong royong : Gotong royong adalah khas dari bumi Saruma. Cara dialog, makan bersama dengan rakyat, dan terus memberikan pengertian menjadi jalan keluar dari berbagai persoalan Petani. Nelayan, Prsahabatan yang ada di Halmahera Selatan

Pemimpin daerah harus bisa melakukan itu. Pola pembentukan tim yang selama ini dibentuk oleh pemerintahan di Halsel, tidak bekerja efektif karena tidak menggunakan cara dialog selain cara otoritarian dan premanistik

Lihat saja, banyak terminal type A yang tidak berfungsi, pembangunan terminal yang memakan biaya milyaran rupiah hanya jadi ajang tempat pungli dan penarikan retribusi. Ini menjadi tanda bahwa pemimpin daerah saat akan melakukan proyek pembangunan tidak melibatkan masyarakat, bahkan sama sekali tidak memiliki inovasi dan semangat gotong royong dalam memajukan daerah.

Ketujuh, melakukan reformasi birokrasi : Kebobrokan birokrasi di Halsel sudah menjadi bongkahan masalah dan menghambat pelayanan kepada masyarakat. Seorang pemimpin daerah harus berani melakukan reformasi birokrasi.

Namun, faktanya, pembentukan pelayanan satu atap tidak bekerja efektif karena masih ada kutipan dari birokrasi sehingga masyarakat merasa dirugikan.

Kedelapan, tegas dan memilih pejabat yang kredebel : Namun, di daerah seorang kepala dinas, staf ahli bupati banyak diisi oleh pejabat yang sama sekali tidak memiliki kompetensi, selain faktor kedekatan atau ada hubungan keluarga dengan sang bupati. Makanya, wajar jika daerah memiliki inovasi karena para pembantunya tidak bekerja maksimal.

Kesembilan, menata daerah dengan branding yang jelasBanyak daerah memakai branding yang tidak jelas. Filosofi daerah terkadang sama sekali tidak memiliki nilai historis dengan daerah bersangkutan. Akibatnya, branding daerah tidak mewakili potensi daerah.

Bahkan, dengan branding yang dimiliki malah menyiksa. Branding Halsel dengan ‘Spirit of Saruma’, benar-benar sesuai dengan yang dimiliki oleh Halmahera Selatan.

Kesepuluh, memiliki tim yang bekerja, bukan mencari pekerjaan dengan pencalonan Bupati : Nah ini yang harus menjadi perhatian penting, bagi saya yang mencalonkan diri sebagai bupati. Pada saat ini US mencalonkan diri sebagai calon Bupati Halsel, tim yang dimiliki bekerja benar-benar memiliki kemampuan yang bisa menganalisis kelebihan, potensi, kelemahan dan kekurangan US.

Untuk perjalanan nanti, tidak usah heran jika kita mengalami black campaign dengan fitnah yang luar biasa, karena faktor US effect yang tak bisa dilawan dengan cara-cara politik bersih. Dari sini bisa kita jadikan pelajaran berharga, untuk milikilah tim yang bekerja untuk kemenangan. Bukan tim yang menyandarkan hidup dengan pencalonan US sebagai bupati.

Kesepuluh point ini adalah acuan US sebagai calon bupati halsel 2020-2025. US juga tidaklah sempurna dan ideal untuk mengikuti gaya kepemimpinannya. Tapi rekam jejak beliau tersebut sudah teruji. Apakah ini masih kurang juga?. (red)